Daun Binahong | Rebusan Daun Binahong Sembuhkan Maag

Khasiat daun Binahong | Binahong kini banyak ditanam di pekarangan rumah oleh sejumlah warga. Salah satunya adalah Tomy (49), warga Mojosongo, Solo. Menurutnya, daun Binahong bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
“Bagi yang senang dengan gerakan back to nature (kembali ke alam), maka pasti sudah merasakan betapa banyak manfaat daun Binahong terhadap kesehatan,” kata Tomy kepadaTimlo.net, Rabu (10/8).
Dijelaskan, Binahong  adalah tanaman obat dari daratan Tiongkok. “Binahong telah dikenal memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi bangsa Tiongkok, Korea,  Taiwan dan lainnya.”

Tanaman Binahong  tumbuh merambat, dan sering ditemukan melingkar di atas pagar rumah. Menurut pakar tumbuhan obat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Isnawi, manfaat Binahong di antaranya untuk orang yang sering menderita sakit maag kronis, asam urat, dan stroke.
“Ada orang yang sudah bolak balik berobat ke dokter dan menghabiskan uang ratusan ribu rupiah untuk mengobati sakit maag, tapi tidak sembuh-sembuh. Dan setelah makan binahong selama satu minggu penuh, atas izin Allah maagnya sembuh,” jelas Dr Isnawi.
Menurutnya, Binahong ini unik. Selain mengandung etanol, tumbuhan ini juga mengandung antibakteri dan protein tinggi yang berguna untuk menutup luka bakar. “Alhamdulillah, sudah ada uji klinis dan banyak bukti di lapangan tentang binahong ini. Namun sayang, masih banyak orang awam mengandalkan obat dari dokter yang berefek samping, sedangkan tumbuhan obat 100 persen tanpa efek samping,” jelanya.
Lalu bagaimana cara pemanfaatan Binahong sebagai obat? Caranya, daun binahong direbus dan air rebusan dibiarkan hingga dingin. Setelah dingin, hasil rebusan itu disaring dan siap diminum. "Buat sakit maag, dosisnya 5-7 lembar binahong sehari dan harus rutin setiap hari. Ini sama untuk penderita asam urat dan kencing manis. Insya Allah sembuh dan tanpa efek samping. Binahong ini rasanya tidak pahit. Rasanya itu klenyir-klenyir dan dingin di perut.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar